Cerita Sek Betapa Nikmatnya Memek Basah Ibu Mertua

Cerita Sek Betapa Nikmatnya Memek Basah Ibu Mertua

CERITABIRAHI.COM – Perkenalkan nama aku Agus, aku dua tahun aku menikah dengan Cindy, dia adalah seorang model iklan serta seorang bintang sinetron pada delapan bulan yang lalu, sementara aku adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin. Dengan usiaku yang kini 30 tahun sedangkan Cindy yang masih berusia 22 tahun. Cindy merupakan wanita yang sangat cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya.

Aku sangat bangga mempunyai seorang istri secantik dia. Ibunya Cindy, mertua aku, sebut saja Mama Devi, orangnya pun cantik meskipun usianya yang sudah mencapai 39 tahun. Mama Cindy yang merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, ya.. paling-paling sebulan sekali baru pulang. Sehingga Mama Devi sibuk sendiri dengan berjualan berlian.

Aku tinggal bersama istri aku di rumah ibunya, meskipun aku sendiri punya rumah tapi karena menurut istri aku, ibunya sering kesepian makanya aku tinggal di Pondok Mertua Indah. Aku sangat sibuk sekali dengan bisnis aku, sementara Mama Devi juga sibuk dan kami jarang berkomunikasi tetapi sejak istri aku jadi sinetron delapan bulan yang lalu. aku dan Mama Devi jadi semakin akrab malahan dan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri.

Saat istri aku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertua aku sering berdua di rumah karena kami tidak punya pembantu. Sejak tiga bulan yang lalu, ektika istri aku pergi ke Yogja setelah kuantar istriku ke satsiu kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku sekitar 11 malam. Sewaktu aku masuk kedalam rumah aku terkejut, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.

“Eh… Mama…. belum tidur….”
“Belum Gus… saya takut tidur kalau di rumah belum ada orang..”
“Oh.., Maaf Ma…, saya tadi mampir ke rumah dulu… jadi agak telat Ma..”
“Cindy…. pulangnya kapan?”
“ya… kira-kira hari kamis, Ma.. Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu…”
“Ok… Gus, selamat tidur….”

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

Sejak aku tinggal Mama Devi yang masih nonton TV, aku langsung masuk ke dalam kamarku, lalu tidur. Saat keesokannya, Sabtu pagi ketika aku bangun dan menuju ke ruang makan, aku melihat Mama Devi sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favorit aku.

“Selamat Pagi… Gus….”
“Pagi… Ma.., wah Mama tau aja masakan kesukaan saya Ma..”
“Kamu hari ini mau kemana Gus?”
“Tidak kemana-mana, Ma.. ya… paling cuci mobil…”
“Bisa antar Mama, Mama mau beli berlian.”
“Ok… Ma…”

Hari itu aku temanin Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Selama dalam perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Cindy maikn sibuk dengan dirinya sendiri yang dimana suaminya pun jarang datang, tapi untungnya ada diriku meskipun baru malam bsa berjumpa. Saat itulah aku jadi akrab dengan Mama Devi.

Setelah sampai di rumah habis berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruh aku untuk memijatnya.

“Gus… kamu capek nggak, tolong pijitin leher Mama yach… habis pegal banget nih…”
“Dimana Ma?”
“Disini…. leher dan punggung Mama…”

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

Aku langsung berdiri sementara Mama Devi duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama kelamaan aku terangsang juga ketika melihat kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah yang dimana rupanya Mama Devi yang tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari ppunggungnya oleh aku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidung aku.

“Maaf.. Ma… punggung Mama juga dipijat…”
“Iya…. di situ juga pegal…”

Dan dengan rasa sungkan tangan aku yang makin merasuk ke punggungnya karena nafasku mengenai lehernya yang sangat putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arah aku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil dan lembut. Tak disangka rupanyan Mama Devi yang sudah terangsang. “Gus, Mama kesepian… Mama membutuhkanmu….” aku pun tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan. Dengan tangan aku yang masih di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang sangat kenyal tersentuh oleh tangan aku.

Dengan hal ini akan membuatku semakin terangsang dan aku langsung merubah posisiku dari belakang sofa, aku langsung berhadapan dengan Mama Devi yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku. Dan aku pun tertegun, rupanya tubuh Mama Devi lebih bagus dari milik anaknya sendiri yaitu istriku. Aku baru pertama kalinya melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.

“Gus.., kok bengong, kan Mama sudah bilang, Mama kesepian..”
“Iya… Iya… Iya Mah..”

Aku pun ditarik tangan aku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lali bibir aku dikecupnya kembali. Aku yang mulai terangsang membalasnya dengan memasukkan lidak aku ke mulutnya. Dan lidahku yang disedot di dalam mulutnya. Tangan aku mulai berderilya pada payudaranya. Dengan payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Devi menggoyangkan tubuhnya karena keenakan. Tangannya yang mungil langsung memegang penis aku yang masih ada di balik celana pendekku. Lalu diusap=usapkan hingga penis aku mulai mengeras dan celana pendek aku mulai diturunkan sedikit. Setelah itu tangannya yang mulai mengerok di balik celana dalamku yang tersebtuhlah kepala penis aku dengan tangannya yang sangat lembut yang membuat aku bergairah.

Serta keringat kami pun yang mulai bercucuran, payudaranya yang sudah tidak terpegang lagi oleh tangan aku tapi mulut aku sudah menari-nari di payudaranya, putingnya kudidit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama Devi kelojotan. Sementara itu, penis aku yang sudah dikocok oleh tangannya sehingga semakin mengeras. Tetapi tangan aku yang mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali jariku kumasukkan ke liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengekinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada penis aku.

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

Sudah hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang sudah keluar dengan berbau harum, kulepaskan tangan aku dari vaginanya dan Mama melepaskan tangannya dari penis aku yang sudah keras. Mama Devi langsung berdiri di hadapanku, dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan sangat jelas tubuh Mama Devi yang sedang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tingginya 167 cm, sedangkan payudaranya yang berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, ,e,buat aku menahan ludah ketika memandanginya.

“Gus.., Ayo…. puasin Mama…”
“Ma…. tubuh Mama sangat bagus sekali, lebuh bagus dari tubuhnya Cindy…”
“Ah…. masa sih…”
“Iya, Ma… kalau tau dari 2 tahun yang lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi…”
“Ah…. kamu bisa aj….”
“Iya…. Ma… bener deh…”
“Iya sekarang…. puasin Mama dulu…. yang penting kan kamu bisa menikmati Mama sekarang…”
“Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama…”


Mama lalu duduk lagi, celana dalam aku diturunkan sehingga penis aku sudah dalam genggamannya, meskipun tidak terpegang semua karena penis aku yang besar tapi tangannya yang sangat lembut dan mengasyikan.

“Gus, penis kamu besar sekali, pasti Cindy puas yach…”
“Ah…. nggak, Cindy… biasa aja Ma…”
“Ya… kalau gitu kamu harus puasin Mama yach…”
“Ok… Mah…”

Dengan mulut mungil Mama Devi yang sudah menyentuh kepala penis aku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya yang membuat diri aku kelojotan, kepalanya kuusap dengan sangat lembut. Penis aku yang mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Devi yang mencoba memasukkan penis aku yang besar sekali ke dalam mulutnya yang sangat mungil tapi tidak bisa dan akhirnya hanya bisa masuk kepala penis aku saja dalam mulutnya.

Namun, dengan hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Devi menyentuh penis aku dengan sangat lembut. Sudah hampir 10 menit lamanya penis aku dihisap dan membuatnya agak bash oleh ludah Mama Devi yang sudah tampak kelelahan menjilat penis aku dana membuatku semakin mengguncangkan keenakan. Setelah itu Mama Devi yang duduk di sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Dan kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahu aku. Vagina Mama Devi yang terpampang di hadapan aku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajah aku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidung aku.

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

“Ma…, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach…”
“Ah, masa sih Gus, wangi man dibandingkan punya Cindy dari punya Mama.”
“Jelas lebih wangi punya Mama dong…”
“Aaakkhh…”

Vagina Mama Devi yang telah kusentuh dengan lidah aku, Kujilat dengan sangat lembut liang vagina Mama Devi, vagina Mama Devi rasanya sangat menyegarkan dan manis membuat aku makin menjadi-jadi jilatan pada vaginanya.

“Ma, vagina…. Mama sedap sekali…. rasanya segar….”
“Iyah…. Gus, terus…. Gus…. Mama baru kali ini vaginanya dijilatin…. ohhh….. terus….. sayang….”

Vagina yang semakin kutusuk dengan lidah aku dan sampai juga pada yang rasanya juga sangat lebit dan meneyegarkan. Lidahku langsung kuputar dalam vaginanya, Apabila biji klitorismya kujepit di lidah aku lalu kuhisap sarinya yang telah membuat Mama Devi menjerit keenakan dan tubuhnya meggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan. “Aahh… aahhh… oogghhh…. aaawwww… argh…arghh…. lidahmu Gus….. agh, eena…. enakkkhh…. aahhh…. trus….. trus….” Klitoris Mama Devi yang sangat manis sudah habis kusedot sampai erulang-ulang, tubuh Mama Devi yang sampai terpelintir di atas sofa, dengan hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya yang sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya yang sangat manis juga, cairan itupun dengan sangat cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa di vaginanya maupun paha Mama Devi.


“Aaagghh…. aaagghhh…. Gus….. aaaggghh…. aaagghh… akh…. akhu…. keluar…. nih…. ka… kamu…. hebat dech….” Mama Devi yang langsung ambruk di atas sofa dengan sangat lemas dan tidak berdaya, sementara itu aku yang merasa segar setelah menelan carian vagina Mama Devi, aku langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan penis aku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Devi yang sudah kering dari cairan. Mama Devi langsung melebarkan kakinya dehingga memudahkanku untuk menekan penis aku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Devi terasa sempit, aku pun keheranan.

“Ma… vagina Mama kok sempit yach…. kayak vagina anak gadis.”
“Kenapa memangnya Gus, nggak enak yach…”
“Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya sangat senang Ma, karena vagina Cindy sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”
“Iya, sayang… meskipun Mama jarang ditusuk, vaginannya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk…”
“Iya Ma, saya senang bisa menusukkan penis aku ke vagina Mama yang sedaap ini..”
“Akkhh…. penis kamu besar sekali…”

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

Namun, vagina Mama Devi yang sudah terterobos juga oleh penis aku yang diameternya 4 cm dam panjangnya 28 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan. Pinggul aku kugerakkan maju-mundur menekan vagina Mama Devi yang sudah tertusuk oleh penis aku, Mama Devi yang hanya menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatannya, badannya digoyangkan dan membuat aku semakin menggenjotnya sehingga sampai semua penis aku masuk kedalam vaginanya. “Gus…. nngggeehhh….. nnnggghhh…. penis aku langsung menusuk sampai ke perut… nich… aaaggghhh….. aaaggghhh…. aaaaggghhhh…. aannaaaakkkkhhh……” Aku pun merasakan keheranan karena pada saat kumasukkan penis aku ke vaginanya Mama Devi yang terasa sangat sempit, tapi sekarang aku bisa sampai tembus ke perutnya.

Penis aku ke vaginanya Mama Devi terasa sangat sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya. Payudara Mama Devi yang ranum dan terbungkus oleh kulit yang sangat putih, bersih dihiasi puting kecil kemerahan yang sudah tertekam dengan mulut aku. Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikir dan Mama Devi belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya.

Sedangkan vagiannya yang terhujam sangat keras oleh penis aku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Devi berteriak dengan lenguhan karena cairan yang telah keluar dari vaginanya yang telah membasahi penis aku yang masih dalam vagiannya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan paha aku sehingga berasa lengket.


“Aaaggghhh…. aaaagggghhh…. aaaagggghhhh…. Mama….. keluar nich Gus….. kamu belum yach….?” Aku tidak menjawab karena tubuhku yang kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana penis aku yang masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Devi, sedangkan dia sudah lemas seakan tak berdaya. Dengan kuhujan vagina Mama Devi yang berkali-kali sementara Mama Devi yang sudah kelihatan lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman penis aku. Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat. Dengan hal ini akan kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Devi mulai meledak lagi dan mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku yang hanya mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Devi hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar.

“Aaaggghhh…. aaaggghhh….. Ma, vagina Mama luar biasa sekali….” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, menibun tubuh Mama Devi yang sudah lemas lebih dulu. Aku dan Mama terbangun sekitar jam 00.30 malaam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Devi, setelah terbaling di sebelah Mama yang dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Devi memeluk aku san mencium pipiku.

NONTON BOKEP TERBARU DISINI !!!

“Gus, Mama benar-benar puas dech, Mama pengen kapan-kapan cobain lagi penis kamu yach, boleh khan…”
“Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Cindy nggak pulang.”
“Iya, Gus… kamu mau ngeloni Mama kalau Cindy pergi?”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
“Air manimu sangat hangat sekali Gus, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
“Kita Main lagi Ma…?
“iya boleh…”

Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu juga aku selalu tidur di kamar Mama jika istri aku ada syuting di luar kota dan inin berlangsung sampai sekarang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*