Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku

Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku
Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku

Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku

CERITABIRAHI.COM – Aku adalah seorang musisi amatir, aku tinggal di jogja. Pacarku yang bernama Indah tinggal di Jakarta, aku dengan Indah telah hampir 2 tahun berhubungan serius dan tidak. Maksudnya aku dan Indah telah pacaran, tetapi kami berkomitmen agar sementara waktu tak terlalu terikat, sebab kami sangat yakin keterikatan yang menyebabkan kami tak dapat menikmati masa muda kami

Sebab tempat tinggal kami berbeda kota, jadi aku sangat jarang bertemu dengan Indah. Saat waktu liburan, aku terkadang pergi ke Jakarta, dan sebaliknya. Nah, saat seperti itulah, cerita sex tersebut terjadi.

Saat itu aku sedang mengotak-atik not keybord temanku yang sedang di taruh di studioku . Tiba-tiba saja suara keybord tersebut menjadi keras sekali, yang membuatku menjadi sangat kaget setengah mati. Aku sempat merinding, habis setahuku di rumah hanya ada aku seorang.

Jadi siapa dong yang telah membesarkan volume keybord yang ada di ruang mixer? Dengan segan aku kemudian mengintip ke dalam ruang mixer. Ruangan tersebut terlihat gelap sekali, hanya tampak lampu mixer. Dengan pelan kuperiksa mixernya, ternyata memang vulome mixer tersebut besar sekali.

Saat itu aku sangat bingung jadi siapa yang telah membesarkan volume mixer jika bukan hantu, tiba-tiba saja terdapat suara langkah dari arah belakangku dan langsung membekap mulut serta mataku. Reflek saja aku kemudian menyikut pembekap tersebut terkena di bagian perutnya. Dia kemudian terjatuh, dan kupiting tangannya sambil meraih saklar lampu.

Begitu saja lampu menyala. Ya ampun, ternyata Indah yang telah mengisengiku. Indah menggunakan jaket hitam serta celana jeans ketat berwarna hitam juga. Mukanya mengernyit karena kesakitan. Langsung saja kubangunkan dia sambil membopongnya ke dalam ruangan studio yang berkarpet tebal. Kurebahkan di atas karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar dengan menahan rasa mualnya sebab sikutanku mengenai perutnya.

“Duhh Indah, ngapain kamu ngisengin aku seperti itu?” dengan menahan tangisnya.

“Ah kamu bukannya nolongin malah nyalahin aku. Makanya liat-liat dong, jangan asal gebuk. untung saja tidak terkena ulu hati. Jika kena, pasti kamu seneng liat aku mati, kehabisan nafas. Agar kamu dapat mencari cewek lain kan”

Busyet nih anak, sedang kesakitan saja sempet-sempetnya bercanda. Jelas aja dong aku hanya dapat tersenyum

“Aduh maaf ya sayang. Kamu sih, datang tidak memberikan kasih kabar. Kapan kamu sampai jogja? kok bisa masuk ke dalam? kan pagarnya tadi aku kunci” tanyaku.

“Aku ingin memberikan kejutan ke kamu. Aku sampai jogja tadi jam 7 pagi. Kemudian naik taksi ke sini. Melihat rumah kamu sedang sepi, daripada ngembel malah tidak surprise lagi mendingan aku langsung saja manjat pagar” ujarnya.

Dasar Indah orangnya tomboy banget. Terkadang jika isengnya sedang kumat, tomboynya sampai ngalahin laki-laki. Padahal Indah aslinya sangat feminim banget. Cantik, tinggi, lincah serta anggun juga tergantung suasananya. Kulitnya sangat putih mulus, serta tubuh yang tinggi jika dalam ukuran seorang wanita, membuatnya dapat tampil cantik dengan gaya serta mode apa pun.

“Maafin aku sayang. Kejutanmu telah berhasil, sayangnya karena sudah terlalu berhasil. Maafin aku ya” ujarku dengan membelai rambut panjangnya yang sepunggung dengan lembut aku kemudian mengecup keningnya.

Sesudah itu kami bercerita tentang kabar masing-masing. Indah baru saja di terima di SMU 3, dan senang di sana. Aku juga bercerita tentang lagu baru di band kami sambil memutar sebuah lagu di cd player. Beberapa lagu lewat, dia terus menikmati lagu tersebut sambil manggut-manggut dan bilang.

“Lagunya bagus. Enak untuk goyang, Nge-grove banget” sambil mendengarkan lagu berikutnya.

Aku kemudian keluar dari studio menuju dapur agar dapat membuatkan minuman kepada kekasihku tersayang supaya mualnya sedikit mendingan. Saat aku balik ke studio Indah langsung memandangku sayu dan bilang…

“Maico sayang, puterin lagu nomor 3 dong. Lagunya sangat romantis banget. Aku terharu ngedengernya”

“Ya udah, aku puterin lagi track ke 3, lagunya memang lembut banget, romantis pokoknya”

Indah kemudian bangkit dan menggengam tanganku.

“Berdansalah bersamaku sayang!” katanya.

Kugenggam tangannya, kemudian kami berdansa mengikuti musik yang romantis. Sambil memeluknya, aku melihat matanya sudah mengeluarkan air mata.

“Kenapa sayang?” kataku.

“Tidak papa sayang.., aku hanya merasa bahagia jika seseorang di cintai seperti lirik lagu itu”

“Apakah kamu mau ingin sesuatu sayang?” kataku lagi.

“Apa itu, sayang?”

“Lagu tersebut kuciptakan sendiri, agar dapat mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” ujarku.

“Oohh, Maico.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya tambah banyak dan pelukannya semakin erat. Aku kemudian ikut meneteskan air mata. Aku benar-benar mencintainya. Jika mungkin, biarlah seluruh hidupku aku jalani bersama dengannya.

Indah meminta agar terus mengulang lagu tersebut, agar dansa kami tak terputus-putus dan lirik lagunya dapat semakin di resapi. Perlahan-lahan sampai terlarut dalam indahnya alunan musik serta lembutnya dansa kami, Indah kemudian mengangkat kepalanya dari dadaku serta mencium lembut bibirku. Cerita Sex

Ciumannya sungguh lembut. Mungkin kurang menyenangkan bagi yang hanya menginginkan sex saja. Tapi bagi yang mencinta, ciuman seperti itu jauh lebih kena di hati daripada apa yang terjadi sesudahnya.

Lampu di dalam studio cukup redup, alunan musik romantis keluar dari sound sytem yang keren dan kuat powernya (kebetulan studio kedap suara). Kami berciuman cukup lama.

Sambil tetap berdansa mengikuti irama lagu, Indah berkata,

Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku
Cerita Seks Ngentot Dengan Asisten Sendiri di Studioku

“Maico sayangku, bercintalah denganku. Disini dan lakukan sekarang!”

Aq tersnyum dingin sambil berkata,

“Indah, maaf aq tak bisa melakukannya”

Indah terkejut,

“Kenapa Maico sayang?”

“Aq tak ingin bercinta denganmu, aq hanya ingin mencintaimu. Bukan utk behubungan badan, tapi hanya mencintaimu sayang”,

Indah tersenyum sambil melanjutkan ciumannya, namun kali ini tangan Indah mulai meraba punggungku, dan lidahnya mulai menusuk kedalam bibirku. Aq pun bereaksi seperti layaknya sorang laki-laki yang normal. Kuleus lembut punggungnya, kasar sekali. Jelas saja, wong masih pakai jaket jeans.

Perlahan-lahan kubuka jaketnya, dan memandang kaos ketatnya yang berwarna merah tanpa lengan, menonjolkan keindahan tubuhnya dan dadanya yang berukuran 34B. Tak terlalu besar, cukup mungil tapi yang penting bagiku padatnya bukan besarnya.

Tanganku terus menjelajahi sekujur tubuh indahnya. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. Dibalik kaos merah ketatnya aq bisa melihat dan merasakan puting susunya yang semakin mengeras dan mencetak sempurna pada pembungkusnya. Kuputarkan jari-jariku di sekitar puting susunya yang telah sangat keras, sambil berbisik halus di telinga Indah.

“Coba kamu rasakan, Indah, rasakan sentuhan ini!”

“Ssshhh… emmhhh” hanya itu saja yang keluar dari mulut Indah, sebab sudah penuh dengan imajinasi keindahan cinta kami berdua.

Meskipun begitu, Indah bukan tipe orang yang banyak bicara sedikit bertindak. Buktinya bicaranya hanya sedikit, tetapi tanpa sadar tanganya sudah meraba lembut celana jeansku, melonjakkan batang penisku di dalam CD ku.

Indah terus mengelus batang penisku dengan keras, seakan dia sudah tahu persis jika celana jeansku yang tebal tersebut menghalangi batang penisku agar dapat merasakan kenikmatan belaian jari-jarinya.

“Oohh sayang, ijinkan aku menikmati penismu. Akan kubuktikan segalanya untukmu, Maico”

“Rasakan serta nikmati seluruhnya sayang. Lakukan semaumu. Segala diriku merupakan milikmu Indah”

Sesudah mendapatkan ijin darinya, langsung kubuka kaosnya, Wahh.. pantas aja puting susunya menonjol sekali, dia tidak menggunakan bh.

“Sayang, kamu kok tidak pakai Bh sih? panas ya?”

“Sengaja kulepas saat kamu buatin minuman untukku. Tuh, bh nya aku lempar di belakang keybord. Jika kamu lebih suka bh nya, ambil saja. Tetapi jika lebih suka isinya tetap di sini sambil ekspresikan cintamu terhadapku.

Wah, masa sih lebih mentingin bh nya, kalau bisa malahan jangan pernah dia gunakan bh lagi. Lagi pula toketnya juga sangat padat untuk apa lagi menggunakan bh sih? Indah juga tidak mau kalah. Dia langsung membuka celanaku. Sialnya kepala penisku yang memang telah keluar dari CD ku terjepit resleting.

“Aww Indah, pelan-pelan dong. Sakit kan”

“Ya ampun, Maico.. penismu yang nakal. Belum di buka malah keluar duluan. Salah kamu sendiri.. ehh nggak deh, salah kamu sih (dengan menunjuk penisku).”

“Sayang, nanti jika di marahin dia akan ngambek loh”

“Hehe nggak deh. Hanya bercanda kok sayang (sambil mengelus batang penisku)

“Aahh.. aduh sayang. Nikmat sekali sayang. Ayo teruskan lagi sayang..”

Sesudah beberapa menit Indah mempermainkan batang penisku, batang penisku sekarang telah sangat tegang keras sempurna.

Sesudah puas di kerjai oleh Indah, aku kemudian mengangkatnya ke atas meja yang terdapat di dalam studio. Kusuruh dia untuk duduk di sana, sesudah selesai melucuti celana jeans nya yang ketat.

Sesudah pakaiannya terlepas semua, barulah aku dapat dengan sepuasnya menghirup harum tubuh kekasihku tersayang tersebut. Mulai dari atas toketnya, jilatanku turun sampai ke perutnya yang putih mulus.

Sesudah itu, dengan tak terburu-buru agar dia menjadi penasaran, aku menjilati bagian belakang lututnya, percayalah teman, terdapat sensasi tersendiri terhadap wanita pada saat kita menjilati bagian tersebut. Dari situlah jilatanku naik ke atas paha depan, belakang, serta terakhir paha bagian dalam. Di situlah jilatanku tak hanya merambat lurus tetapi berputar-putar.

Mendekati lubang memeknya kemudian menjauh lagi lalu mendekat lagi, menjauh lagi dan mendekat lagi, menjauh lagi. Teman-teman, tak akan ada wanita yang tak penasaran pada saat di perlakukan selembut itu.

Sama seperti Indah, dia sampai menangis sebab telah tidak bisa menahan nafsunya, sehingga dia dengan nekat meremas dan menarik rambutku ke arah memeknya, saking semangatnya sampai daguku terbentur ke meja yang sedang di tidurinya.

Lidahku kemudian menjelajahi bibir luar memeknya dengan tetap lembut serta mesra, sebelum akhirnya kupuaskan dahagaku dan dahaganya dengan menyeruput (bukan menghisap loh). Katanya sesudah selesai, seruputan tersebut sangat nikmat luar biasa, seperti sedang memakai vibrator tetapi lebih nikmat lagi sebab yang menggetarkan mulut cowoknya sendiri bukan mesin

“Aduuhhh.. ooohh.. Bimm, kamu apain sih klitoris ku? ohh Maico, tambah dong Sayangg.. ssshhh enak sekali sshhh sayyy.. Hmm.. Aahhh… ooohhhh” akhirnya Indah mendapatkan orgasme juga.

Dia memang tidak pernah berkata terus terang jika ingin orgasme. Dia suka mengkspresikan dengan sikap serta racauan seperti tadi. Melihat wajah Indah yang sangat peluh, matanya yang sedang tertutup, serta keningnya yang berkerut menahan nikmat yang masih mendera otot memeknya.

Hatiku bahagia sebab aku dapat memuaskan gairah sex kekasihku tersayang tersebut, meskipun aku masih belum bisa mendaratkan batang penisku ke dalam lubang memeknya.

Memang sampai dengan saat ini aku masih belum pernah memasukkan batang penisku ke lubang memeknya sebab aku sangat menyayangi serta mencintainya, dan untukku bercinta yang sesungguhnya pada saat pernikahan jauh lebih berarti dari pada bercinta pada saat ini yang berdasarkan nafsu belaka saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*